APAKAH PIKUN SAMA DENGAN DEMENSIA ? Memperingati World Alzheimer Month 2024
25/02/2025 Views : 24
Ni Putu Ayu Putri Mahadewi
Demensia merupakan kumpulan gejala dimana terjadi penurunan fungsi memori (daya ingat) dan fungsi kognitif pada pasien yang semakin memberat seiring berjalannya waktu (progresif) dan menimbulkan hendaya pada aktivitas sehari-sehari. Kondisi demensia diawali dengan menurunnya daya ingat (memori) yang merupakan kondisi yang khas, seringkali dikenal dengan istilah pikun pada masyarakat awam. Pasien demensia umumnya dikeluhkan pikun oleh keluarga. Pikun berbeda dengan Demensia dan mengalami pikun belum tentu Demensia. Penyakit demensia memiliki awitan (onset) yang sulit ditentukan secara pasti, perlahan memberat seiring berjalannya waktu atau dikenal dengan istilah progresif. Gangguan daya ingat (memori) pada pasien Demensia akan berlanjut diikuti gangguan lainnya seperti disfungsi berbahasa, apraksia, agnosia, gangguan fungsi eksekutif maupun gangguan visuospasial, kondisi ini akan dijelaskan selanjutnya dibawah. Pikun atau gangguan daya ingat (memori) pada Demensia dimulai dari gangguan mengingat hal yang baru, selanjutnya semakin memberat dan pasien mulai kesulitan untuk mengingat memori yang lebih lampau. Pasien sering bertanya berulang kali dan berbicara diulang terus-menerus, lupa akan janji atau kejadian yang baru dialami, lupa akan jalan pulang saat keluar rumah, makan berulang kali karena pasien lupa sudah makan, kondisi ini terjadi karena kesulitan memproses hal-hal baru (kegagalan dalam proses memori yang baru). Hal ini dapat digali melalui keluarga atau pengasuh yang menemani pasien sehari-hari. Pasien juga mengalami penurunan fungsi berpikir dan kemampuan mengambil keputusan, menurunnya pemahaman dibandingkan sebelumnya, tidak mampu mengelola keuangan dan gagal dalam merencanakan sesuatu yang kompleks. Gangguan perilaku yang dialami oleh pasien akan mempengaruhi aktivitas rutin sehari-harinya sehingga menurunnya fungsi daripada sebelumnya. Pasien tidak mengenali wajah anggota keluarga dan lupa nama benda yang biasa digunakan sehari-hari. Kondisi ini dialami oleh pasien walaupun kemampuan penglihatannya baik. Pasien kesulitan mengenakan pakaian yang biasanya dapat dilakukan secara mandiri. Penurunan fungsi berbahasa seperti kesulitan menemukan kata yang ingin diucapkan, keragu-raguan dalam berbicara saat mengobrol sehari-hari. Kesalahan menulis atau mengeja yang sebelumnya pasien dapat berbicara dengan baik. Perubahan kepribadian atau perubahan perilaku dapat terjadi pasien dengan Demensia. Kondisi ini biasanya dikeluhkan oleh keluarga, seperti pasien menjadi mudah marah dibandingkan sebelumnya, pasien menjadi mudah gelisah dan mengamuk (agitasi), cenderung menjadi lebih diam atau menurunnya inisiatif, lebih sering diam didalam kamar (menarik diri dari kehidupan sosial), menurunnya minat pada aktivitas yang dulunya digemari oleh pasien.Pikun berbeda dengan Demensia. Kondisi demensia pengalami gangguan daya ingat atau memori (pikun) yang disertai dengan beberapa kondisi lainnya seperti yang telah dijelaskan diatas. Penulis berharap, saat anda atau ada anggota keluarga anda mengalami pikun yang disertai dengan kondisi yang dijelaskan diatas, segeralah berkonsultasi ke Dokter Spesialis Neurologi untuk mendapatkan pemeriksaan lengkap dan memastikan kondisi.
Sumber :
Prawiroraharjo Pukovisa, Astuti, Rianawati S.B. 2022. Buku Referensi Neurobehaviour Klinis.
Vidyanti A.N., Prawiroraharjo Pukovisa, Rianawati S.B., Astuti. 2022. Buku Referensi Neurobehaviour Dasar.