Journal article

Histopatologi Usus Halus Tikus Putih Jantan yang Diberikan Deksametason dan Vitamin E

Kadek Karina Dewi Wijayanthi I Ketut Berata SAMSURI I WAYAN SUDIRA

Volume : 9 Nomor : 1 Published : 2017, February

BULETIN VETERINER UDAYANA

Abstrak

ABSTRAK Deksametason telah diketahui sebagai obat kortikosteroid sintetik yang banyak digunakan oleh masyarakat. Jika deksametason digunakan dalam jangka waktu panjang dan pemakaian dosis besar, menyebabkan stres oksidatif pada sel akibat akumulasi radikal bebas yang menyebabkan kematian sel pada jaringan organ tubuh. Vitamin E diketahui memiliki peran yang baik sebagai antioksidan. Saat ini belum diketahui efek samping pemberian deksametason dan vitamin E terhadap kerusakan usus halus tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini menggunakan sampel 25 ekor tikus putih jantan, dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (P0), kontrol positif (P1) diberikan deksametason Harsen 0.13 mg/kg, dan perlakuan diberikan deksametason Harsen 0.13 mg/kg dengan variasi vitamin E (Natur-E) bertingkat yaitu P2 (100 mg/kg), P3 (150 mg/kg), dan P4 (200 mg/kg). Setelah perlakuan diberikan selama 2 minggu, tikus dinekropsi dan usus halus diambil untuk selanjutnya dibuat sediaan histopatologi dengan pewarnaan hematoksilin-eosin (HE). Hasil menunjukkan perlakuan P1 terlihat nekrosis berat (kaseosa) pada usus halus, sedangkan seluruh perlakuan P2, P3, dan P4 berpengaruh terhadap perbaikan kerusakan akibat efek samping deksametason. Perlakuan 4 (P4) sebagai hasil paling baik dalam mengurangi efek samping deksametason. Kata kunci: Histopatologi, deksametason, vitamin E, antioksidan, usus halus