Journal article

Identifikasi Panjang Badan, Tinggi Gumba, Dan Tinggi Panggul, Kambing Peranakan Etawah Pada Peternakan Rakyat Di Kampung Bugis, Desa Serangan, Bali

Ivan Farizi Ramadhani Lindawati Doloksaribu Gusti Ayu Mayani Kristina Dewi

Volume : 7 Nomor : 2 Published : 2019, August

e-Journal Peternakan tropika

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dimensi tubuh yang mempengaruhi pertumbuhan kambing yang dipelihara di Kampung Bugis Desa Serangan, Bali. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara peternak kambing secara formal terstruktur serta wawancara informan kunci yang dilakukan dari bulan Juli hingga September 2018. Dua dari tiga peternak yang masih memelihara kambing terlibat dalam study ini. Masing-masing peternak memelihara kambingnya dengan sistem kandang kelompok dan memberikan hijauan ±10% dari berat badan/ekor/hari, namun satu peternak memberikan tambahan campuran probiotik dengan air minum secara ad libitum kepada kambingnya. Peubah yang diamati adalah panjang badan, tinggi gumba, dan tinggi panggul. Penelitian ini menunjukkan bahwa rataan total panjang badan dari kambing Kontrol 86,7 ± 2,4 cm adalah nyata lebih panjang dari 79,6 ± 2,4 cm dari kambing Perlakuan. Rataan total tinggi gumba kambing Kontrol 63,9 ± 0,8 cm adalah nyata lebih tinggi dari kambing Perlakuan 58,4 ± 2,2 cm. Rataan total tinggi panggul kambing Kontrol 63,4 ± 0,6 cm cenderung lebih tinggi daripada 59,5 ± 1,5 cm dari kambing Perlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa rataan dimensi tubuh kambing Kontrol lebih besar dari kambing Perlakuan, disebabkan hanya ada dua cempe I0 Kontrol (25%) sementara ada 11 cempe I0 Perlakuan (61%). Penelitian ini membuktikan bahwa pemberian campuran probiotik dengan air minum yang diberikan secara ad libitum memiliki peranan penting untuk menunjang pertumbuhan dimensi tubuh khususnya pada kambing usia yang lebih tua (I1, I3, I4, dan ompong).