Journal article

INTERVENSI ULTRASOUND DAN PERTURBATION EXERCISE LEBIH EFEKTIF DARIPADA ULTRASOUND DAN MOBILIZATION WITH MOVEMENT UNTUK MENINGKATAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL PADA PENDERITA OSTEOARTHRITIS GENU

I Putu Yudi Pramana Putra I Dw Pt Sutjana Wahyuddin, Sst.,MSc KETUT TIRTAYASA LUH PUTU RATNA SUNDARI Muh. Irfan, SKM, SSt.Ft, M.Fis

Volume : 7 Nomor : 1 Published : 2019, January

Sport and Fitness Journal

Abstrak

ABSTRAK Pendahuluan: Osteoarthritis adalah salah satu keluhan pada sendi penumpu berat badan dengan sifat degeratif dan kronis sehingga mengakibatkan perubahan pada struktur kartilago sendi yang berdampak pada tulang, jaringan lunak dan cairan synovial seperti adanya nyeri, keterbatasan range of motion (ROM), deformitas dan adanya morning stiffness pada lutut. Tujuan: Mengetahui efektifitas antara intervensi ultrasound dan perturbation exercise dengan ultrasound dan mobilization with movement terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada penderita osteoarthritis genu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan pre dan post test control group design.Subjek pada penelitian ini berjumlah 22 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok, dimana pada kelompok 1 (n=11) mendapatkan intervensi ultrasound dan perturbation exercise dan kelompok 2 diberikan intervensi ultrasound dan mobilization with movement dengan intensitas latihan 2 kali perminggu sebanyak 12 kali. Tehnik pengambilan sampel dengan consecutive sampling. Kemampuan fungsional diukur dengan menggunakan skala WOMAC. Hasil: Kelompok 1 didapatkan hasil p=0,001 (p<0,05) dan pada Kelompok 2 didapatkan hasil p=0,001 (p<0,05) untuk hasil Uji Paired Sample T-test. Uji beda nilai rerata dengan independent sample t-test setelah perlakuan ditemukan peningkatan kemampuan fungsional 21,45±4,132 pada kelompok 1 dan 11,55±1,368 pada kelompok 2 dengan hasil p=0,036 (p<0,05). Simpulan: Intervensi ultrasound dan perturbation exercise lebih efektif dibandingkan dengan ultrasound dan mobilization with movement untuk meningkatkan kemampuan fungsional pada penderita osteoarthritis genu. Saran: Untuk peneliti selanjutnya dapat dilakukan follow up research untuk melihat hasil jangka panjang pemberian Intervensi ultrasound, perturbation exercise dan mobilization with movement untuk meningkatkan kemampuan fungsional pada penderita osteoarthritis genu. Kata Kunci; Osteoarthritis genu, perturbation exercise, mobilization with movement, ultrasound, WOMAC.