Journal article
Analisis retrospektif longitudinal, Loss to follow up pada saat menjalani terapi antiretroviral di Yayasan Kerti Praja Bali Tahun 2002-2012
Volume : 2 Nomor : 1 Published : 2014, July
Public health and Preventive Medicine Archive
Abstrak
Latar belakang dan tujuan: Loss to follow up (LTFU) yang rendah merupakan salah satu indikator keberhasilan program terapi ARV. Kementerian Kesehatan Indonesia melaporkan persentase kumulatif odha LFTU tahun 2013 sebanyak 17,3%. Selama ini belum pernah dilakukan penelitian tentang LTFU pada odha di Bali, terutama berdasarkan beberapa karakteristik odha. Metode: Penelitian deskriptif longitudinal dilakukan dengan cara analisis data sekunder yaitu rekam medis odha yang memulai terapi ARV tahun 2002 sampai dengan 2012 di Klinik Amertha Yayasan Kerti Praja (YKP). Sampel studi adalah seluruh pasien odha yang memenuhi kriteria, yaitu odha yang pertama kali menerima terapi ARV di klinik ini dan mempunyai minimal dua kali kunjugan. Karakteristik yang diteliti adalah: umur, jenis kelamin, jenis pekerjaan, ada tidaknya pengawas minum obat (PMO), faktor risiko penularan HIV serta LFTU. Data yang digunakan hanya berdasarkan data yang tercatat pada rekam medis pasien. Data dianalisis secara deskriptif untuk mendapatkan karakteristik odha LTFU per 100 person years (PY). Untuk memperhitungkan lama waktu hingga terjadinya LTFU dilakukan analisis berdasarkan waktu. Hasil: Dari 548 sampel odha, 77 (14,1%) mengalami LTFU, dengan angka insiden kasar LFTU sebesar 5,15 per 100 PY. Median waktu terjadinya LFTU sampai akhir pengamatan tidak tercapai dalam penelitian ini, karena rendahnya insiden LTFU. Insiden spesifik LTFU lebih tinggi dijumpai pada perempuan (6,6 per 100 PY), umur yang lebih muda (6 per 100 PY), dan bekerja sebagai pekerja seks (7,3 per 100). Odha yang tidak memiliki PMO (9,3 per 100 PY) dan homoseksual (9,1 per 100 PY) juga memiliki insiden spesifik LTFU yang lebih tinggi. Simpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan perlu peningkatan komitmen dan peran PMO yang lebih intensif, serta pengelolaan rekam medis pasien yang lebih sistematis. Kata kunci: LTFU, odha, terapi ARV, Bali