Journal article

KARAKTERISASI KOLAGEN DARI LIMBAH GELEMBUNG RENANG IKAN CUNANG HASIL EKSTRAKSI ASAM DAN HIDROTERMAL

I Wayan Darya Kartika Dr. Ir. Wini Trilaksani, M.Sc drh. I Ketut Mudite Adnyane, M.Si., Ph.D., PAVet.

Volume : 19 Nomor : 3 Published : 2016, December

Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan

Abstrak

Produksi perikanan tangkap Indonesia mencapai ±6,4 juta ton pada tahun 2014. Jumlah tersebut diperkirakan akan menghasilkan limbah perikanan yang besar, salah satunya gelembung renang yang berpotensi mengandung kolagen, sehingga perlu dikembangkan. Penelitian ini bertujuan menentukan karakteristik gelembung renang (proporsi dan kandungan kimia) dan karakteristik kolagen (rendemen dan sifat fisikokimia) yang diekstrak dari gelembung renang ikan cunang (Muraenesox talabon). Limbah gelembung renang memiliki proporsi 0,57-0,67% dari bobot tubuh ikan cunang dan 24,74% protein/100 gram basah (setara 93,39% protein/100 gram kering). Limbah tersebut memiliki potensi kolagen yang dicirikan dengan proporsi asam amino glisin, prolin, hidroksiprolin dan alain yang tinggi. Proses ekstraksi asam maupun hidrotermal menghasilkan ekstrak kolagen, teridentifikasi dari spektrum gugus fungsi amida I, amida II dan amida III. Kolagen yang diekstrak dengan proses asam mengandung glisin yang lebih tinggi dari proses hidrotermal, namun sebaliknya proses hidrotermal menghasilkan ekstrak dengan komposisi asam amino prolin, hidroksiprolin dan alanin yang lebih tinggi.