Journal article
Analisis Pola dan Penempatan Stasiun Hujan Berdasarkan Persamaan Kagan Pada DAS Keduang Waduk Wonogiri
I PUTU GUSTAVE SURYANTARA PARIARTHA
Volume : 16 Nomor : 1 Published : 2012, January
JURNAL TEKNIK SIPIL UNUD
Abstrak
Ketelitian pengukuran hujan dipengaruhi oleh jumlah stasiun hujan (rainfall networks) dan pola penyebarannya di dalam DAS. Penempatan stasiun hujan yang tepat baik lokasi, jumlah stasiun hujan, pola penyebarannya akan dapat diperoleh data yang akurat mengenai kedalaman, penyebaran dan intensitas hujannya. Selama ini belum terdapat pedoman baku tentang jumlah stasiun hujan yang dipandang cukup mewakili variabilitas curah hujan di suatu DAS sehingga melihat hal tersebut diperlukan perhitungan yang mendasari jumlah dan penempatan stasiun hujan yang optimal. Untuk pengukuran kerapatan jaringan untuk tiap-tiap DAS digunakan metode Kagan dikarenakan jumlah stasiun hujan yang optimal dan pola penempatannya dapat diperoleh. Perhitungan kerapatan jaringan dengan metode Kagan ini dimulai dengan menentukan koefisien korelasi antar stasiun hujan untuk masukan (input) hujan bulanan, dalam melakukan analisis ini dihindarkan adanya “complete dry days”, jadi hanya untuk hari-hari atau bulan-bulan basah yang mempunyai intensitas hujan yang besar yang dikorelasikan. Evaluasi jaringan kagan menunjukkan keluaran (output) yaitu pertama hubungan antara jumlah stasiun hujan yang dibutuhkan dengan tingkat kesalahan tertentu (kesalahan perataan dan kesalahan interpolasi), dan kedua lokasi stasiun hujan sesuai dengan pola jaringan tertentu. Keluaran dari perhitungan dengan metode Kagan ini adalah jumlah dan pola penempatan stasiun hujan yang optimal. Hasil analisis menunjukkan terdapat kekurangan jumlah stasiun hujan baik dengan kesalahan perataan 5 % dengan jumlah stasiun hujan sebanyak 68 buah dimana jarak antar simpul 2,591 Km dan kesalahan perataan 10 % dengan jumlah stasiun hujan 17 buah dimana jarak antar simpul 5,319 Km.