Journal article

ANALISIS PENGGUNAAN BANGUNAN PEREDAM BISING UNTUK MENGURANGI KEBISINGAN LALU LINTAS (STUDI KASUS JALAN ULUWATU II JIMBARAN)

Volume : 3 Nomor : 2 Published : 2015, July

Jurnal Spektran

Abstrak

Kegiatan transportasi saat sekarang menimbulkan efek negative berupa berbagai macam penyakit pada masyarakat. Pemerintah dalam hal ini, sudah membuat pedoman penggunaan Bangunan Peredam Bising (BPB) untuk mereduksi kebisingan lalulintas. BPB dalam rancangan Bina Marga terbuat dari bahan konblok ALWA (Artificial Low Weight Agregate) dengan ketinggian 2,75 meter dibangun sepanjang jalan dengan jarak 5 meter dari tepi perkerasan. Pada penelitian ini akan dianalisis tingkat kebisingan BPB tanpa dan dengan terhalang BPB. Penelitian ini dimulai dari pemilihan lokasi studi, identifikasi masalah, penetapan tujuan penelitian, pembangunan BPB, pengukuran tingkat kebisingan tanpa dan dengan BPB analisis data dan menarik kesimpulan. Dari analisis diperoleh hasil perhitungan bahwa jalan yang dipilih sebagai obyek kajian yaitu Jalan Uluwatu II Jimbaran tanpa BPB mempunyai nilai kebisingan sebesar 73,23 dB(A). Sedangkan dengan BPB diperoleh nilai 61,85 dB(A), pada nilai kebisingan ini maka sebagian dari ambang batas baku kebisingan telah terlampaui sehingga beberapa jenis peruntukan kawasan harus dijauhkan letaknya dari tepi perkerasan. Dari perhitungan jarak dari tepi perkerasan jalan untuk menurunkan tingkat kebisingan agar menjadi aman sesuai ambang batas kebisingan didapatkan untuk peruntukan pemukiman, rumah sakit, sekolah dan tempat ibadah harus berjarak 24,29 meter dari tepi perkerasan. Untuk kantor pemerintahan, fasilitas umum harus ditempatkan pada jarak 6,79 meter, sedangkan untuk perkantoran, perdagangan, industri, jasa dan stasiun bisa ditempatkan sedekat mungkin tetapi masih didalam perlindungan BPB.