Journal article

HIGH INTENSITY INTERVAL TRAINING LEBIH MENINGKATKAN KAPASITAS AEROBIK DARIPADA LOW INTENSITY STEADY STATE PADA ATLET KARATE DOJO CAMPUHAN ASRI DI DENPASAR

Aditya Prana I PUTU GEDE ADIATMIKA TJOKORDA GDE BAGUS MAHADEWA I Dw Pt Sutjana KETUT TIRTAYASA I PUTU ADIARTHA GRIADHI

Volume : 7 Nomor : 3 Published : 2019, September

Sport and Fitness Journal

Abstrak

Daya tahan fisik yang menurun berdampak pada kebugaran umat manusia. Terjadinya penurunan aktivitas yang dapat membuat penurunan fisik dari fungsi jantung dan paru dan sistem metabolisme yang menurun. Daya tahan fisik ini dibagi menjadi dua bagian, yakni daya tahan umum dan daya tahan otot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelatihan HIIT lebih meningkatkan kapasitas aerobik dari pada pelatihan LISS pada atlet karate Dojo Campuhan Asri di Denpasar. Jenis penelitian eksperimental dengan rancangan the randomized pre-posttest control group design. Kapasitas aerobik diukur dengan menggunakan MFT (multistage fitnest test). Subjek penelitian adalah Atlet Karate Putra usia 7 -12 tahun yang berjumlah 16 orang dan dibagi dalam dua kelompok perlakuan yang berbeda. Kelompok I diberikan pelatihan High Intensity Interval Training dengan pelatihan berdasarkan repetisi maksimal dan Kelompok II diberikan pelatihan Low Intensity Steady State dengan pelatihan berdasarkan waktu maksimal selama 60 menit dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu selama 6 minggu kedua kelompok. Hasil peningkatan kapasitas aerobik antar ke dua Kelompok sebelum dan sesudah pelatihan diuji dengan t-independent, dengan nilai signifikansi ? = 0,05. Rerata Kapasitas aerobik pada ke dua Kelompok sebelum pelatihan dengan nilai p = 0,339 dan sesudah pelatihan dengan nilai p = 0,001. Hal tersebut menunjukan bahwa Kelompok I dan Kelompok II sama-sama memberi efek peningkatan (p < 0,05). Namun pada Kelompok I lebih baik dibandingkan dengan Kelompok II (p < 0,05). Disimpulkan bahwa Kapasitas aerobik pada Kelompok I dan Kelompok II sama-sama mengalami peningkatan. Namun, Kelompok pelatihan High Intensity Interval Training lebih baik dibandingkan Kelompok pelatihan Low Intensity Steady State. Disarankan pelatihan High Intensity Interval Training lebih disarankan pada pelatihan Atlet.