Journal article

Mekanisme Perubahan Valensi Bahasa Bali Dialek Nusa Penida

A.A. Putu Suari KETUT ARTAWA Made Sri Satyawati

Volume : 21 Nomor : 41 Published : 2014, September

Linguistika

Abstrak

Berbagai aspek kajian terhadap bahasa Bali telah dilakukan, antara lain relasi gramatikal dan predikat kedua. Akan tetapi, bahasa Bali memiliki bermacam-macam dialek yang memiliki kekhasannya masing-masing, baik di bidang morfologi, fonologi, semantik, dan sintaksis. dan digunakan Berbagai tulisan telah dihasilkan Tulisan ini mengenai konstruksi verba BBDNP. Konstruksi yang dimaksud pada tulisan ini adalah konstruksi kausatif . Pengausatifan erat kaitannya dengan perubahan valensi. Konsep valensi mengacu pada jumlah argumen yang dapat dihadirkan oleh verba yang berfungsi sebagai predikat dalam sebuah klausa. Perubahan valensi verba yang dilakukan melalui proses kausatif menyebabkan verba akan mengalami peningkatan valensi. Proses pengausatifan ini melibatkan afiks atau pemarkah yang akan dilekatkan pada verba tertentu. Berdasarkan hasil temuan penelitian tetang mekanisme perubahan valensi BBDNP, diketahui bahwa pemarkah pengubah valensi adalah sufiks kausatif {-ang} dan sufiks kausatif {-in}. Kedua sufiks kausatif ini melekat pada predikat dengan bentuk dasar verba, adjektiva, dan prakatagorial serta verba keadaan sehingga verba-verba tersebut mengalami penaikan valensi. Di sisi lain, ditemukan pemarkah penurun valensi berupa sufiks pasif{-a}. Kata kunci: valensi, kausatif, argumen, afiks.